Sabtu, 30 Agustus 2014

PatriotIsMe, Advan, Damniloveindonesia : Generasi Muda Bisa Apa?

         Jaman semakin modern, kalau dulu generasi muda ditanya bisa apa, kita semua pasti tau jawabannya yaitu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari penjajah. Nah, kalau sekarang ditanya Generasi Muda Sekarang Bisa Apa? Jawaban yang keluar pasti bukan itu lagi dong. Di jaman yang modern ini tugas anak muda hampir sama dengan generasi muda jaman dulu, bedanya generasi muda sekarang ga perlu lagi perang-perang dengan bawa senjata-senjata karena Negara Indonesia telah diakui kemerdekaannya. Generasi muda sekarang masih harus berperang melawan kebodohan, kemiskinan, dan korupsi. Gimana caranya? Banyak banget cara yang dapat dilakukan oleh generasi muda sekarang. 
      Yang pertama, generasi muda bisa melawan ketiga hal tersebut dengan Pendidikan. Berprestasi dalam bidang pendidikan. Gak sedikit anak muda Indonesia yang bawa medali emas pulang ke Indonesia dari ajang internasional. Mulai dari olimpiade matematika dan sains, debat, bahkan penemuan-penemuan yang dibuat oleh anak-anak muda Indonesia yang telah diakui oleh Negara-negara lain. Salah satunya ialah mobil Horas yang dibuat oleh Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Ketika mereka memiliki pendidikan yang baik, mereka akan memiliki hati untuk terus berprestasi dan terus mencari generasi penerus mereka dan akan semakin banyak anak muda Indonesia yang terus berprestasi untuk membawa nama baik Indonesia. Semakin tinggi pula kemauan setiap anak di Indonesia untuk bersekolah dengan melihat prestasi-prestasi yang diraih oleh anak muda Indonesia. 
Tim Horas Universitas Sumatera Utara            
         Kedua, generasi muda bisa lawan ketiga hal itu dengan berprestasi dalam bidang Seni yang mereka minati. tidak hanya pendidikan dalam bidang sains, banyak pula musisi muda Indonesia yang telah membawa nama baik Indonesia ke internasional. Hampir semua musisi di Indonesia berasal dari kalangan muda. Agnes monica yang berhasil go internasional dengan segala perjuangan yang dia lakukan, namun dia tetap menjadi warga Indonesia, dan dalam bidang seni tari ialah Kesenian Tari Pelajar SMAN 1 Tambun Kibarkan Merah Putih di Polandia.
        Setelah pendidikan dan seni, yang ketiga ialah generasi muda dapat melawan ketiga hal tersebut dengan Kegiatan-Kegiatan Sosial atau kegiatan yang positif yang dapat mereka jadikan wadah untuk melawan kebodohan, kemiskinan, dan korupsi tersebut. Salah satunya ialah mengikuti organisasi yang positif. Banyak sekali organisasi-organisasi terutama di lingkungan kampus. Tidak hanya menjadi anggota dan berdiam diri, sebagian besar setiap organisasi memiliki kerinduan untuk membawa generasi-generasi muda indonesia untuk menjadi lebih baik. Kegiatan-kegiatan merekapun banyak, salah satu programnya ialah mengajar anak-anak yang berada di daerah yang membutuhkan yang tidak dapat bersekolah, memberikan beasiswa untuk siswa yang tidak dapat melanjutkan kuliah agar dapat duduk di bangku kuliah, mengawasi setiap kuangan yang berada di organisasi mereka guna mencegah adanya korupsi dan merupakan pembelajaran bagi anak muda untuk tidak korupsi, disiplin terhadap waktu juga diterapkan oleh beberapa organisasi agar generasi muda tidak hanya tidak korupsi uang, tetapi juga tidak korupsi waktu. Serta generasi muda tersebut juga menggalang dana untuk korban bencana alam, serta mengunjungi dan memberi bantuan serta semangat kepada setiap korban bencana alam tersebut. Contohnya ialah mahasiswa yang memberikan bantuan kepada korban Gunung Sinabung. 
Anak-anak Muda Peduli Sinabung
       Banyak hal yang dapat dilakukan generasi muda di jaman yang serba ada ini. Jadi apakah kamu mau diam saja? So, Let’s act.

#PatriotIsMe #Advan #damniloveindonesia

Jumat, 24 Agustus 2012

Perjuangan Masuk Teknik

bicara tentang perjuangan masuk teknik, mungkin pada waktu tes umb itu saya bukan berjuang untuk teknik, melainkan berjuang untuk mendapatkan ptn. perjuangan saya pada waktu itu ialah bangkit dari kesedihan karena tidak lolos pada snmptn. mungkin bukan karena itu saja, sebelum snmptn saya telah mengikuti pmdk-pmdk yang di twarkan bagi sekolah saya, setiap pmdk yang saya ikuti saya selalu memilih farmasi atau kimia, snmptn pun saya memilih farmasi, farmasi itb dan usu, itb? yah itb, sombong? ya saya sombong, saya terlalu berharap pada keajaiban yang akan menghantarkan saya ke itb. sebelum snmptn berlangsung, saya mengikuti bimbel di salah satu penyedia jasa bimbingan belajar. setiap try out yang saya ikuti saya selalu lolos farmasi usu dan tidak pernah lolos farmasi itb, saya tetap percaya bahwa saya bisa masuk itb, tetapi kenyataan (juga hati saya yang sombong) saya sudah pasti di farmasi usu. tibalah pengumuman snmptn, dan yang saya dapati adalah pihak panitia meminta maaf kepada saya karena belum lolos. nangis? pastilah, semalaman saya tidak tidur karena menangis dan menyesal. saya marah sama diri saya sendiri tanpa alasan. namun saya beruntung karena saya memiliki orang-orang yang memang sayang sama saya, orang tua saya, teman-teman saya, mereka semua terus memberi semangat pada saya. kemudian salah seorang adik kelas saya mengatakan bahwa masa depan saya tetap ada dan harapan saya tidak akan pernah hilang, saya langsung menangis dan mengucap syukur kepada Tuhan dalam kesesakan tersebut. saya menyerahkan segalanya kedalam tangan Tuhan. setelah pengumuman itu, saya mendaftar di aka bogor dan umb, saya terus belajar soal-soal umb dan soal masuk aka tersebut. tiap hari cuma d kamar belajar. seminggu kemudian saya mengikuti tes di akademi kimia analisi (aka) bogor, dan untuk pertamakalinya mamah saya mengantarkan saya ( sejak smp saya selalu mendaftar sendiri kemanapun karena kesibukan orang tua saya) sempat terharu dengan kejadian itu #lebaysih dan dalam pikran saya, saya bertekad harus membuat orang tua saya bangga kepada saya. saya berada di aka selama 2 hati, mamah saya hanya mengantarkan lalu pulang. hari pertama kami membahas soal-soal tahun sebelumnya dan hari ke-2 tes masuk. saya serahkan apapun hasilnya kepada Tuhan. oh iyah di aka tersebut saya mengambil jurusan analisis farmasi. seminggu setelah tes aka tersebut saya mengikuti tes umb. ternyata tes umb tidak diadakan di bekasi(tempat tinggal saya) jadi saya harus memilih jakarta sebagai kota terdekat dari bekasi. saya mendapatkan tes di smkn 27 jakarta pusat. tau tempatnya? ohh tentu saja tidak, saya samasekali tidak tahu, langsung aja deh saya cari di om google, dan ketemu petanya. mamah saya menyuruh saya melihat tempat ujian sehari sebelum tes dimulai, dan pada tanggal 21 juli 2012 saya berangkat sendiri dengan kereta api dari bekasi ke jakarta dengan bermodalkan nekat dan tanya-tanya sama orang. akhirnya ketemu sekolah tersebut, ehhh pas nanya satpam katanya ruangannya belum di tentukan, jadi saya kesana cuma liat sekolahnya aja. eiya dari stasiun kereta api saya jalan ke sekolah itu, jalan selama 30 menit, capek? pastilah, mengapa saya jalan? karena kata orang yang saya tanya di stasiun, katanya bisa jalan dan kalaupun naik kendaraan umum saya tidak tahu harus naik apa kesana. jengjengjengjeng tibalah 22 juli 2012, saya berangkat pukul 5 pagi dan ternyata mamah saya ikut lagi. beban lagi? pasti, saya bener2 harus serius karena saya tidak ingin membuat mamah saya kecewa. tes pun saya lewati, soal-soal yang saya terima luar biasa, tetapi saya tetap percaya bahwa kuasa Tuhan lebih luar biasa dibanding soal umb tersebut. hasil tes aka diumumkan pada tanggal 26 juli 2012, dan sungguh luar biasa Puji Tuhan saya lolos :') saya sangat senang, saya langsung memberitahukan kedua orang tua saya, dan itu untuk pertamakalinya saya melihat mereka ikut senang karena saya lolos :'). pendaftaran aka dimulai tanggal 30 juli sampai 10 agustus, kalau begitu berarti saya memiliki kesempatan untuk melihat pengumuman umb. 31 juli 2012. sebenernya udah malas untuk liat websitenya, tapi ya penasaran, yaudah deh buka. dan yang saya liat luar biasa, saya diterima pada pilihan 1 teknik kimia usu. awalnya ga percaya, sampai berkali-kali saya reload, dan ternyata benar. benerkan Tuhan lebih luar biasa dari pada soal-soal itu? hahaah setelah saya memberitahukan hal itu kepada orang tua saya, kegalauan pun muncul. orang tua saya bingung, saya pun bingung. saya menyerahkan semua keputusan kepada orang tua saya, namun orang tua saya ternyata juga galau. akhirnya orang tua saya menyuruh saya menemui kepala cabang tempat saya bimbel dulu untuk berkonsultasi, beliau menyarankan agar saya memilih usu dengan alasan lapangan pekerjaan yang lebih luas. jujur saya sendiri berat karena harus berpisah dengan orang tua saya dan teman-teman saya, tetapi inilah mimpi saya, ptn, saya harus berjuang umtuk sukses dan dapat berprestasi di teknik ini, walaupun saya belum mengerti apa-apa, namun saya akan belajar sungguh untuk mengerti.